Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Islam di Peradilan Agama: Analisis Normatif dan Empiris

Authors

  • Mulyadi IAIN Takengon
  • Zakiul Fuady IAIN Takengon

Keywords:

mediasi, , sengketa perdata Islam, Peradilan Agama, efektivitas hukum

Abstract

This study aims to analyze the regulatory framework for mediation and assess the effectiveness of its implementation in resolving Islamic civil disputes within the Religious Courts. Mediation is a dispute resolution mechanism integrated into the judicial process to foster amicable settlements between the parties. The study employs a normative legal research method, utilizing both statutory and conceptual approaches. Data were gathered through a literature review covering legislation, books, and scholarly journals related to court-annexed mediation—specifically Supreme Court Regulation Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Courts—and the authority of the Religious Courts as stipulated in Law Number 7 of 1989 on Religious Courts (as amended by Law Number 3 of 2006 and Law Number 50 of 2009). The findings indicate that, from a normative perspective, mediation rests on a solid legal foundation and aligns with the Islamic legal principle of *iṣlāḥ*, which emphasizes peaceful dispute resolution. However, the effective implementation of mediation in Religious Courts faces various obstacles, such as the parties' low willingness to reach a settlement, limited mediator skills, and structural factors within the judicial system. Consequently, efforts are needed to enhance the quality of mediators and raise public awareness regarding the importance of resolving disputes through mediation.

References

Peraturan Perundang-Undangan

Republik Indonesia. (1989). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49.

Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 22.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 159.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2008). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Herzien Inlandsch Reglement (HIR). (1941). Staatsblad 1941 No. 44.

Reglement Buitengewesten (RBg). (1927). Staatsblad 1927 No. 227.

Buku

Abbas, S. (2009). Mediasi dalam perspektif hukum syariah, hukum adat, dan hukum nasional. Jakarta: Kencana.

Harahap, M. Y. (2017). Hukum acara perdata: Tentang gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Buku komentar Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

Rahmadi, T. (2011). Mediasi penyelesaian sengketa melalui pendekatan mufakat. Jakarta: Rajawali Pers.

Jurnal

Abbas, S. (2013). Mediasi dalam sistem peradilan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 2(1), 1–15.

Abbas, S. (2013). Peran mediasi dalam penyelesaian sengketa perdata di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 2(1), 15–28.

Downloads

Published

07-06-2026

How to Cite

Mulyadi, & Fuady, Z. (2026). Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Islam di Peradilan Agama: Analisis Normatif dan Empiris. Brilliant: Journal of Islamic Economics and Finance, 4(1), 557–576. Retrieved from https://journal.yibri.id/index.php/brijief/article/view/191